Pelakon di hidup gue cukup banyak. Protagonis banyak, antagonis pun gak kalah banyak. Malah yang casing protagonis, part antagonis-pun over populated di hidup gue. Ya tipe mahluk yg ketiga itu, ingetin gue sama satu Quote Anonymous yg isinya gini "Orang yang berkata selalu ada untuk kita, dialah yang pertama akan meninggalkan kita".
Back to the tittle. Gak mau banyak omongin orang-orang tipe kedua-ketiga, gue bukan infotainment apalagi Reportase Investigasi yang menguak tabir rahasia. Cukup gue yang rasa, dia yg gak pernah sadar, dan Allah yang maha tau. Kalaupun someday kalo gue udah gak kuat sama mereka, toh gue bakal lambaikan tangan, dan Rudi Kawilarang nyamperin gue. Beres kan? Masalahnya gue hidup bukan di dunia lain, tapi di dunia nyata milik Allah SWT. Dimana kalo gue udah gak kuat, ada 2 kemungkinan tindakan gue.
1. Tawakal sama Allah SWT. Cuma minta dikasih ketabahan aja hadapin orang-orang dan cobaan hidup ini. Karena cuma Allah yang gak akan pergi jauh-jauh ninggalin gue, sekalipun gue-yang-berlumur-dosa-ini sering pergi ninggalin dia.
2. Kuncinya cuma di gue sendiri sih. Pinter-pinternya gue gunain logika, dan perasaan. Dan apa cara terbaik buat sadarin itu orang. Gue bukan orang-orangan di The Sims, yang harus diinstruksi sama orang lain. Gue diinstruksi sama Emosi, Intelektual, Spiritual.
Jajaran manusia-manusia terbaik di hidup gue:
1. Ibu, Segalak-galaknya ibu gue. Segalak Misae (Mama-Sinchan), Nama gue gak pernah absen dari catatan doa'nya.
to be continuee..... Ide mentok di campur sari Khitanan Bahi-_-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar