UR INNOCENT DIRECTION
March of Love, ini bukan bulan februari dimana terdapat hari
Valentine di bulan itu. Ini juga bukan bulan Lovember. Tapi atmosfer di bulan
maret ini, berbeda dengan bulan-bulan yang seharusnya memiliki sudut pandang
lebih tentang persoalan cinta monyet remaja labil. Haaa apalah itu?
Semenjak hari itu, dia memang tidak mengutarakannya secara
langsung dan face to face. Katanya sih “Kan dadakan”. Hmmm, tanda Tanya besar!
Jadi? Ah sudahlah. Semenjak hari itu, tepatnya aku kembali utuh. Telah sekian
lama aku sendiri, dan sudah terhitung 9 bulan aku merasakan asam manis membuat
seseorang berbalik jatuh cinta kepadaku. Mungkin ini gila. Zaman dimana wanita
sebagai mahluk agresif sedikit tidak tahu malu.
Dia, yang membuatku meleleh layaknya keju quickmelt adalah Tatapannya yang penuh ke-innocent-an. Bagaimana tidak? Terkadang ku dapati matanya yang sebesar dan seindah bulan purnama tertangkap sedang menatapku. Dan sampai akhirnya dia tak lagi membuatku seperti fakir asmara, masih sering kudapati tatapan itu.
Tapi kini, sudah terhitung beberapa minggu, aku sendiri. Sendiri tanpa dia-yang-menatapku. Sendiri, sepi.... Tak lagi ada kata-kata manis-romantis-puitis-tapi agak amis yang membuatku luluh, Tak lagi ada perhatian disaat raga ini lemah, Tak lagi tangan ingin bergandengan, Tak lagi ada yang menuntunku disaat aku mulai kelelahan menaiki 1250 anak tangga, Tak lagi ada yang menyuruhku istirahat ketika sakit, Tak lagi ada dukungan supaya cepat sembuh. Karena dia, tak lagi membutuhkanku. Hal yang selalu ku rindukan "TAK LAGI ADA LELAKI GENDUT, BERAMBUT KRIBO YANG BERBICARA DENGAN TATAPAN INNOCENT" :'''(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar