Kamis, 08 Maret 2012

Untittled | Smile amid Tears

Aku terjatuh, ke dasar black hole paliiiiiiinggg dalam. 

Aku terpental radius lebih dari ketinggian atmosfer bumi.
Aku tenggelam di dasar lautan segitiga bermuda.
Dan Aku terluka ibarat tersayat keris Empu Gending. 


Aku selalu ingin tertawa dan tersenyum di depan mereka. Aku selalu ingin terlihat ceria, walaupun hati ini menangis. Aku ingin terlihat kuat seperti Superman, Walaupun terkadang dia terluka, namun dia tetap berjuang dan membela kebenaran. Aku ingin seperti matahari, tetap bersinar walaupun terbakar.


Tapi aku begitu rapuh, tapi aku begitu lemah, dan aku terbakar menjadi serpihan debu yang tertiup angin dan tak bersisa.


Kapankah saya tersenyum tulus? Kapankah saya tertawa dari hati? Kapankah saya terlihat benar benar kuat tanpa harus terluka? Kapankah saya akan bersinar tanpa harus terbakar?


Menghitung hari di kalender, menunggu hari H dimana aku akan mendapati diriku bahagia dan damai. Menunggu hari H dimana aku tersenyum tulus, tertawa terbahak-bahak. Menunggu hari H dimana aku terlihat bak superhero yang menyelamatkan dunia ini. Menunggu hari H dimana aku menjadi cahaya bagi mereka dan bersinar tanpa terbakar.


Guess what! Mendapati diri ini galau di bawah kucuran air shower yang mulai habis, dan memang air tower belum diisi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar