Kamis, 08 Maret 2012

Untittled | Smile amid Tears

Aku terjatuh, ke dasar black hole paliiiiiiinggg dalam. 

Aku terpental radius lebih dari ketinggian atmosfer bumi.
Aku tenggelam di dasar lautan segitiga bermuda.
Dan Aku terluka ibarat tersayat keris Empu Gending. 


Aku selalu ingin tertawa dan tersenyum di depan mereka. Aku selalu ingin terlihat ceria, walaupun hati ini menangis. Aku ingin terlihat kuat seperti Superman, Walaupun terkadang dia terluka, namun dia tetap berjuang dan membela kebenaran. Aku ingin seperti matahari, tetap bersinar walaupun terbakar.


Tapi aku begitu rapuh, tapi aku begitu lemah, dan aku terbakar menjadi serpihan debu yang tertiup angin dan tak bersisa.


Kapankah saya tersenyum tulus? Kapankah saya tertawa dari hati? Kapankah saya terlihat benar benar kuat tanpa harus terluka? Kapankah saya akan bersinar tanpa harus terbakar?


Menghitung hari di kalender, menunggu hari H dimana aku akan mendapati diriku bahagia dan damai. Menunggu hari H dimana aku tersenyum tulus, tertawa terbahak-bahak. Menunggu hari H dimana aku terlihat bak superhero yang menyelamatkan dunia ini. Menunggu hari H dimana aku menjadi cahaya bagi mereka dan bersinar tanpa terbakar.


Guess what! Mendapati diri ini galau di bawah kucuran air shower yang mulai habis, dan memang air tower belum diisi. 

Selasa, 06 Maret 2012

Medley For Abot and Bundet

Andai aku telah dewasa, apa yang akan aku katakan untukmu idolaku...Ayah
Andai usiaku berubah, aku balas cintamu bunda pelitaku, penerang jiwaku dalam setiap waktu.
Aku tahu engkau berharap dalam doamu...
Aku tahu engkau berjaga dalam langkahku...
Aku tahu engkau selalu cinta dalam senyummu...

Oh.. Tuhan Engkau ku pinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku telah dewasa, ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu..
Engkau selalu aku cinta

I LOVE ABOT... I LOVE YOU BUNDET

Sabtu, 03 Maret 2012

WHICH FOLDER I HAVE TO PUT YOU IN?

Pernah gak berpikir kalo misalnya semua kenangan, semua memori kita, dikumpulin semua, terus diklasifikasi dan disusun, lalu kita buat folder2 di otak kita buat nampung memori2 itu sesuai klasifikasinya?

Pernah bayangin gak kira2 bakal butuh berapa banyak folder yang harus kita buat di otak kita ini?

Sound ridiculus? Well, not for me, at least for me only

Belakangan ini aku berharap kalo seandainya aja aku bisa lakuin hal kaya diatas tadi, kumpulin semua kenangan, baik-buruk, sedih-senang, lalu dikelompokin trus aku masukin ke folder2 yang ada di otakku..

Dan khayalanku gak berhenti disitu, aku juga berharap kalo bakal ada recycle bin di otakku ini, jadi semua kenangan2 yang bikin sedih, marah, kecewa and semua yang bikin sakit hati bisa aku delete dengan sukses gak berbekas..

Rasanya hidup (menurutku) bakal lebih asik kalo kita bisa punya kemampuan untuk bikin folder and recycle bin di otak kita, gunanya? Ya apalagi kalo gak buat sortir dan delete semua kenangan buruk yang kadang masih saja dateng di pikiran kita, aku yakin semua orang punya kenangan yang pengen banget bisa dihapus, tapi sialnya semakin kita berusaha hilangin kenangan itu, semakin kenangan itu datang and recokin pikiran kita.

Mungkin kalo kita bisa delete semua kenangan buruk di otak kita broken heart gak akan jadi berat banget, tinggal hapus aja kenangan itu and “zzamm!!” we’re ready for the next broken heart...

Damn...I really had nuff with broken heart (optimis ‘ndud optimis!)

Tapi Dia masih ada di folder “HOPE”, I’ll keep this folder for him...

Will you delete it ‘ndud?

No, this folder keep me alive...