Selasa, 17 Januari 2012

Move on!

Guess what! Move on?! Proses dimana kita harus lepas dari belenggu penjajahan, penjajahan hati nurani yang membuat mayoritasnya menjadi lupa akan kehidupan di masa mendatang. "Jika kalian bersedih entah apa penyebab kesedihan itu, menangislah! Bila kalian ingin menangis!". Kalimat itu ada benarnya, tapi apa kalian akan tetap meratapi kesedihan berkepanjangan? Mungkin memang sebagian orang mengira, sakitnya hati ini dapat disembuhkan, disembuhkan oleh siapa yang telah membuatnya. "Yang membuat sakit hati, bukan cinta. Tapi orangnya"

Gak jarang, gue dengerin temen-temen gue yang niat move-on. The result? Nihil! Mereka gagal move on. Gue juga deng. Gue belum bisa dibilang psikolog sejati kalau gue sendiri belum merdeka dari penjajahan itu. Hmmmm, hanya ajang saling sharing satu sama lain yang merasa dirinya belum mampu move on seutuhnya. Sampe sekarang, gue belum move on sepenuhnya. Setiap kali mencoba, "Anda kurang beruntung". Wajah si dia itu looh, terlalu nyolotin buat dilupakan. Sampe detik ini, walaupun someone there bilang dia suka sama gue, gue masih diselimuti kabut kegalauan membabi buta.

Dear my besties, Ido, Vidi, Emy, Winda siapapun disana yang belum menerima atas kepergian dia-yang-kalian cintai, Moving ON! Buat gue juga! Kita semua bukan orang bodoh! Kita semua bukan orang yang gampang terlena gitu aja karena cinta monyet ababil. Percaya deh, kita masih SMP. Perjalanan kita sampai kedepannya masih panjang. Kalaupun nanti kita lulus jadi Sarjana, jadi orang sukses. Siapapun mau sama kita. Kita orang baik kan? Allah akan memberikan Jodoh yang terbaik untuk orang yang baik.

Dear Kalian disana yang kami cintai, Kami tulus menyayangi kalian dari hati terdalam. Di dasari cinta apa adanya, tak melihat kelebihan, tapi melihat kekurangan. Kekurangan kalian dan kami bisa saling dilengkapi. Tapi itu mungkin dulu, atau tak mungkin terjadi. Terima kasih kalian telah menjadikan kami yang terbaik:') Membuat kami kuat, membuat kami menyadari bahwa dulu mungkin kami membuat kalian terluka. Kita tak perlu berjauhan, setiap bertemu menghindar, tak saling sapa setiap kali berpapasan, atau saling memasang wajah angkuh. Kita bisa berteman, saling memahami, menempatkan diri dalam sebuah persahabatan yang cantik, tanpa menuntut hal-hal muluk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar