Alasan pertama kenapa gue bikin blog baru, gue rasa blog yang lama itu penuh dengan posting spamming yang cuma ceritain embel-embel cerita anak smp yang masih labil, kayak gue. Setelah gue kupas semua isi yang ada di blog, gue baru menyadari, betapa labilnya gue nulis postingan macam sampah. Satu hal lagi yang bikin gue mual kalo lagi kupas blog, bahasa dan kata-kata gue. Banyak kata-kata yang penuh ke-labil-an ABG SMP yang ngomongin cinta-cintaan. Apalagi ketika gue baru-barunya buat blog, dalam sehari gue udah bisa posting lebih dari satu. Baru sadar sekarang, itu cuma sampah! Kalo lo mau muntah, tapi gak keluar itu muntahnya, silahkan kunjungi http://mrguittar.blogspot.com/ , Pasti semua isi perut lo keluar dengan refleks. HaHaHaHa.
Dari awal tekad gue buat resign blog lama gue yang bapuk adalah gue mau tulisan gue bermanfaat gak sekedar buat penghibur atau obat pemancing muntah, tapi gue mau tulisan gue ini bisa jadi hal yang WAH dan direfleksikan buat pembaca. Keinginan buat blog ini, bermula dari keisengan gue cerita-cerita sama sohib gue, Amar. Awalnya dia nanya "Kenapa udah jarang posting lagi?". Itu pertanyaan simple tapi memunculkan tanda tanya besar, sampe akhirnya gue berpikiran untuk membuat blog baru yang isinya gak cuma sampah. Yaudah jadilah blog baru gue.
Awal buat blog, gue bingung mau posting apa. Sama sekali gak punya inspirasi dan imajinasi yang mau gue goreskan. Gue juga udah mulai down, apa ada yang mau baca tulisan gue? apa ada yang mau jadi followers blog gue? blog yang ini kayaknya gak se-fenomenal blog yang lama. Sampe akhirnya gue baca dan obrak abrik blog Shitlicious, Raditya Dika, dan BenaKribo, tapi yang sampe kena ke hati ketika gue baca, cuma blog Shitlicious, perjuangan Alit Susanto buat jadi Seorang yang punya titel "Penulis". Mulai dari cuma nulis di binder, di blog friendster, print out tulisan pertama yang dikomenin dan dipipisin sama temen-temen kampusnya, dikacangin penerbit, banyak toko buku yang return bukunya, sampe akhirnya kehabisan stock di gudang. Semuanya itu gak didapet secara instan, butuh perjuangan dan kerja keras.
Ini quotes yang menjadi motivasi gue tetep Follow my dreams, and I know the way untuk jadi DIREKTORAT JENDERAL PAJAK: "Hidup itu bagai film.. Kita harus menganggap bahwa diri kita ini tokoh utama, dimana memang kita perlu banyak perjuangan demi sebuah happy ending.."
"Kalo kamu merasa bahwa kamu itu hanya "Figuran" dalam hidup ini, maka jangan menyesal bahwa kamu nggak bakal dapet apa2 dalam ending "film" kehidupan ini.. "
Bicara soal mimpi gue yang kepingin sukses jadi DIRJEN PAJAK, sebenernya mimpi pertama gue waktu gue masih main ayunan, jungkat-jungkit, dan prosotan di TK, adalah BIBIN MAU JADI DOKTER, karena waktu gue masih kecil, gue sering kecelakaan sampe dijahit dan masuk UGD jadi sering bolak balik rumah sakit, gue jadi pengen pake stetoskop dokter. Sampe akhirnya gue takut ngeliat darah, bahkan gue takut ngeliat darah menstruasi gue pertama kali. Dan ketika gue udah agak dewasa dan cukup umur untuk mengerti dan harus mulai punya pendirian dan cita-cita di masa mendatang, Ayah bilang, "Ayah akan bangga sama kamu, ketika Ayah bisa berfoto mendampingi kamu wisuda SEKOLAH TINGGI AKUTANSI NEGARA, dan menjadi seorang DIRJEN PAJAK". Untuk mempunyai keteguhan keras menjadi Dirjen Pajak, itu gak gampang. Banyak hal yang menggoyahkan nurani gue, salah satunya "Maraknya berita di TV tentang Korupsi di Indonesia yang mayoritas berasal dari lulusan STAN dan bekerja di Perpajakan dan Bea cukai." Gue tau, berkerja di bidang politik yang berurusan dengan uang dan masyarakat sebuah negara, itu merupakan kehidupan fana dan kita harus berbekal ilmu dan iman yang kuat. Apapun itu, demi bikin Ayah bangga, gue gak bakal mundur. Dan bertekad keinginan gue menjadi DIRJEN PAJAK bukannlah mencari kepuasan duniawi dan harta, tapi untuk melihat senyuman indah yang terpancar dari bibir ayah gue ketika gue sukses nanti dan bisa jadi anak yang berbakti.
Sekian referensi yang gue torehkan dalam sebuah tulisan. Apapun yang akan kalian katakan tentang saya, inilah saya!
I LOVE U...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar